Baby Sky

Korea Selatan dan Korea Utara: Negara yang Terbagi

 

Sebagaimana yang kita semua mungkin tahu, bahwa seperti yang telah diperkirakan bahwa Korea Utara menembaki pulau Korea Selatan yang bernama Yeonpyeong (연평도) dengan setidaknya 100 bom. Sejauh yang diberitakan terdapat dua orang angkatan laut Korea Selatan yang terbunuh dan 15 atau lebih yang terluka. Menanggapi pemboman oleh Korea Utara, Korea Selatan membom balik dengan setidaknya 80 bom. Paling tidak, situasi di Korea Selatan sangat tegang.

Selama beberapa bulan terakhir, Korea Utara telah melakukan beberapa tindakan agresif terhadap Korea Selatan. Dalam beberapa hal, insiden pengeboman ini bukan hal yang benar-benar baru. Misalnya, Maret 2010, Korea Utara menenggelamkan sebuah kapal Korea Selatan yang menewaskan 46 orang. Korea Utara menolak penenggelaman itu, tapi sebuah investigasi Korea Selatan, Amerika Serikat dan Inggris menyimpulkan bahwa Korea Utara terlibat dalam insiden tersebut.

Banyak orang mempertanyakan kenapa Korea Utara melakukan agresi pengeboman tersebut. Pada September 2010, Kim Jung Eun (김정운), putra Kim Jung Il (김정일) dipromosikan ke posisi peringkat umum. Beberapa ahli memperkirakan bahwa Kim Jung Eun akan menjadi penyukses Kim Jung Il, dan pengeboman tersebut merupakan bagian dari rencana untuk menunjukkan keterampilan angkatan militer Kim Jung Eun. Yang lain berkata bahwa G20 Summit di Korea Selatan menunjukkan betapa modernnya Korea Selatan dibandingkan dengan Korea Utara.

Tidak-diundangnya Korea Utara di acara Summit juga membuat marah pemerintahan Korea Utara. Makanya pengeboman itu bisa jadi merupakan pembalasan dari diabaikannya Korea Utara dari pembicaraan. Apapun alasannya, telah dipastikan bahwa hubungan antara Korea Selatan dan Korea Utara akan selalu tegang. Pengeboman ini bukan merupakan yang pertama bahwa sebuah konfrontasi terjadi di pulau Yeonpyeong. Terdapat pertempuran kecil antara perahu patroli Korea Selatan dan Korea Utara pada tahun 2002, dimana di mana kedua belah pihak menjadi korban.

Contoh terdekat dari pertempuran yang serius, lain lagi dari pengeboman ini, terjadi pada tahun 1968 saat tentara Korea Utara menyeberangi DMZ, dimana tentara Amerika, rakyat sipil dan tentara Korea Selatan terbunuh. Insiden lainnya pada tahun 1976 dimana tentara Amerika dan Korea Selatan juga dibunuh oleh orang-orang Korea Utara di Joint Security Area DMZ. Hasilnya, Korea Selatan harus waspada mengenai serangan bukan dari laut saja, tapi juga serangan darat.

Situasi ini sangat sulit mengenai apa yang harus dilakukan Korea Selatan kedepannya. Haruskah merea berperang? Haruskah mereka menangkan Korea Utara? Sejarah telah menunjukkan bahwa Hitler, peredaan tidak selalu bermanfaat. Kunci dari perang ini hanyalah pertempuran. Beberapa keluarga orang Korea Selatan memiliki kerabat di Korea Utara. Jika pertempuran lain terjadi kemudian keluarga-keluarga tersebut akan terkoyak. Satu hal yang pasti, semua orang berharap tidak ada lagi manusia yang tersakiti dan itu akan menjadi sebuah perhentian pertumpahan darah.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s