Baby Sky

Masa Prasejarah Korea :: Masa Kehidupan Suku

Masyarakat Suku di Barat Laut (Joseon Kuno)

Terpengaruh oleh budaya perunggu, kumpulan suku awal muncul di barat laut  di bawah nama Joseon kuno yang mendominasi daerah teritorial antara sungai Liao di selatan Manchuria dan sungai Daedong di utara Korea. Penemu joseon kuno adalah Dan-gun, yg dihormati sebagai nenek moyang mistisnya orang Korea.

Menurut rekaman penulis, sang penemu legendaris joseon kuno memulai kekuasaannya pada abad keempat BC dan berlanjut hingga akhir abad ke tiga dimana merupakan periode negara yg sedang berperang di cina. Di daerah barat laut, Joseon kuno memiliki tetangga yaitu negara Yen, hanya di barat sungai Liao. Penguasa Joseon kuno mencoba usaha terbaik mereka untuk mengkonsolidasikan kekuatan di lembah sungai Liao. Namun, Yen berhasil menyerang lembah sungai Liao dan menggabungkannya ke Yen.

Satu alasan penting dalam keberhasilan Yen melawan lembah sunagi Liao adalah pengenalan besi. Teknik besi menyebar dari Cina tepat ke daerah utara selama abad ke tiga dan ke empat SM. Pekerjaan besi mencapai korea  pada masa ini melalui dinasti Yen. Koin Yen ditemukan di berbagai situs di antara sungai Liao dan Barat Laut Korea.

Di Joseon kuno, perangkat besi menggantikan perunggu untuk senjata dan peralatan2 oleh sekelompok pengungsi  dari Cina dan utara Asia, ditekan oleh suku-suku nomaden Hun. Kelompok2 ini mengendarai kuda yg ditarik terlatih dan mengguanakan pedang, panah, dan mata panah besi. Berhubung teknik penggunaan besi dan pengusahaannya berkembang pesat, mereka menempatkan diri mereka sebagai bagian dari kelas penguasa di Joseon kuno. Di Joseon kuno, budaya besi dicampurkan dg penggunaan perunggu mengembangkan desain2 aneh asli dan unik ke Korea. Atas budaya gerabah undecorated di pedalaman Korea, budaya campuran besi dan perunggu di Barat Laut Korea menyebar ke selatan dan menyentuh Jepang dimana budaya Yayoi  sedang berkembang.

Pengenalan besi tidak hanya mempengaruhi teknik pengerjaan metal tapi juga gaya hidup di Joseon kuno. Gua atau rongga2 diganti dg rumah2 kayu yg relatif mudah dibuat  oleh peralatan besi. Rumah2 yg dibangun  di atas tanah mengembangkan ‘ondol’, sistem pemanasan korea yg unik di bawah lantai batu. Kebiasaan pemakaman juga diubah. Dolmen berhenti dibuat dan kuburan bumi di gunung dan penguburan guci muncul di periode ini.

Wiman Joseon

Sebagai tetangga cina, joseon kuno terpengaruh oleh kejadian2 di cina. Saat cina disatukan di bawah dinasti Han, terdapat beberapa pemberontakan melawan dinasti baru dan pengungsi dari dinasti Yen, Ch’i dan Chao bersatu ke dalam Joseon Kuno. Di antara pengungsi2 ini, terdapat  seorang pemimpin bernama Wiman yg dulunya adalah salah seorang dr orang penting di negara Yen di Cina. Dia membawa sekitar seribu pengikut bersamanya.

Raja Joseon Kuno mengusulkan Wiman sebagai pemimpin pertahanan militer di batas barat. Tapi, Wiman mengumpulkan kekuatan di antara para pengungsi memanfaatkan keuntungan dr penunjukannya. Akhirnya dia merebut tahta pada sekitar 190 SM, raja terakhir Joseon melarikan diri ke negara Chin, dan Wiman menyebut dirinya Raja Han.

Wiman Joseon, didirikan oleh Wiman di Joseon Kuno berlanjut selama lebih dari 80 tahun. Selama pemerintahan cucu Wiman, Wiman Joseon terpengaruh lagi oleh perluasan kekuatan Cina.

Empat Wilayah Hahn

Kerajaan Hahn di Cina menekan pemberontakan internal dan memperluas kekuatannya ke utara terhadap wilayah suku nomaden Hsiung-nu, yg terus menerus terancam di batas utara dan ke timur laut terhadap Joseon Kuno untuk perluasan pengaruhnya ke wilayah timur. Pada 109 SM 60.000 tentara  dan  7.000 angkatan laut menyerang Wiman Joseon. Penyerangan pertama terpukul mundur tapi pada ekspedisi kedua di tahun selanjutnya, raja Wiman Joseon terbunuh dan kekuatan2 orang Korea menyerah.

Daerah teritorial Joseon Kuno sekarang menjadi wilayah teritori taklukan Cina, dibagi ke dalam 4 wilayah yg bernama Nangnang, Jinbeon, Imdun, dan Hyeondo. Di tiap wilayah, terdapat kontrol pemerintahan Cina. Dari 4 wilayah tersebut, tiga telah ditinggalkan karena perlawanan dan hanya satu, Nangnang, menerima kontrol nyata yg berlangsung hingga 313 M.

Nangnang merupakan pusat administrasi kolonial sebaik eksploitasi ekonomi. Dari produk ikan, garam, besi, kayu, lahan pertanian Korea diperas untuk konsumsi lokal atau dikirim ke Cina. Orang2 Korea melayani seperti angkatan pekerja. Para pedagang Cina mengguankan Nangnang sebagai tempat pemberhentian kegiatan2 untuk perjalanan mereka yg jauh ke selatan. Nangnang juga merupakan pusat budaya Cina dan berpengaruh di Korea. Para administrator, pedagang, dan sarjana Cina di Nangnang menjadi sebuah miniatur masyarakat cina di pinggiran yang jauh dari kekaisaran. Aspek politik, ekonomi, dan budaya Cina tertanam di Korea melalui Nangnang.

Nasib Nangnang tergantung terutama pada dinasti Hahn di Cina. Selama politik kacau di pusat, pemerintahan2 dari pemerintah pusat diubah secara berkala. Sebuah keluarga Kung-sun dari semenanjung Liaotung mengambil alih Nangnang dan mendirikan sebuah kerajaan merdeka. Kerajaan itu dihancurkan oleh negara Wei, satu dari tiga kerajaan di Cina yg pernah ada dalam waktu yg singkat setelah penurunan oleh dinasti Hahn Baru. Negara Wei digulingkan oleh Chin lagi. Selama masa kekacauan politik ini, kontrol kelompok melemah. Pada waktu yg sama pertumbuhan kekuatan Goguryeo di timur laut mengarahkan orang Cina dari teritori Joseon Kuno.

Suku Masyarakat di Utara (Buyeo)

Menurut rekaman penulis, kelompok suku2 di bawah nama Buyeo muncul di dataran subur di sepanjang sungai Sungari di utara Manchuria di abad pertama masehi. Asal muasal suku Buyeo belum diketahui , tapi dongeng dasar menyebutkan masyarakat Buyeo datang dari utara yg jauh.

Buyeo memiliki tetangga dari suku Hsien-pei di utara dan Goguryeo di selatan. Dengan keduanya Buyeo adalah musuh tapi menjaga hubungan pertemanan dg Cina yg dengannya melakukan pertukaran utusan bahkan hubungan pernikahan. Saat Cina menyerang Goguryeo, Buyeo berdiri di pihak Cina, dan saat Buyeo diserang Hsien-pei, Cina mendukung Buyeo.

Namun, saat Hsien-pei melakukan penyerangan kedua pada Buyeo, Cina tidak dapat mendukung persekutuan karena konflik2 di Cina. Pada saat itu, 50.000 tahanan direbut dari Buyeo, termasuk si pemimpin. Saat Hsien-pei meninggalkan, keluarga2 yg memimpin Buyeo pindah dengan suka rela ke Goguryeo dan menempatkan diri mereka di bawah peraturan pemimpin Goguryeo. Pada 494 M Buyeo dikuasai oleh Goguryeo.

Buyeo, terletak jauh di utara, memiliki karektiristik2 dalam buadayanya. Tidak seperti kebanyakan kelompok2 suku di wilayah selatan, Buyeo tergantung terutama pada kenaikan persediaan seperti suku2 nomaden di utara Asia. Gelar pemimpin suku Buyeo diambil dari nama hewan. Pertanian juga pertanian juga mapan di antara mereka berhubung mereka memiliki festival panen tahunan.

Buyeo dikarakteristikkan seperti di atas oleh kelompok suku. Meskipun terdapat pemimpin suku, itu hanyalah sebuah gelar, dan pertanyaan2 tentang komunitas tersebut sebagai keseluruhan (seperti hal2 yg berhubungan dg perang dan kedamaian) terbagi oleh dewan umum dari kumpulan suku. Setiap suku dikontrol oleh otoritas patriarkiyg memiliki kekuatan mutlak terhadap seluruh anggota.

Sebagaimana di kelompok suku lainnya Buyeo memiliki budak2, yg juga merupakan tahanan dari perang atau perbuatan kriminal. Perbudakan merupakan sebuah sumber kekuatan yg penting di kehidupan kelompok suku, tapi budak2 para pemimpin atau orang2 penting yang dieksekusi pada nisan makamnya untuk layanan  selanjutnya di dunia selanjutnya. Seratus budak telah dicatat telah dieksekusi pada satu waktu.

Kebiasaan dan nilai2 sosial di Buyeo memiliki banyak kesamaan di suku2 lainnya. Para pembunuh dihukum mati dan keluarganya dijadikan budak. Pezina dieksekusi. Pencuri harus membayar 20x lipat dari nalai yg dicurinya. Sebuah perbedaan yg signifikan di Buyeo dari kelompok suku ke masyarakat hukum.

Goguryeo

Goguryeo, yg terletak di selatan Buyeo, didirikan oleh Jumong yg kabur dari musuhnya ke selatan. Goguryeo dikelilingi oleh musuh2 spt Buyeo di utara. Suku Lou di timur laut dan koloni2 Cina di barat.  Goguryeo menempati daerah yg merupakan daerah kasar dan pegunungan dimana sungai Dongga bercabang dari sungai Yalu. Dalam rangka bertahan Goguryeo mengembangkan peperangan sebagai cara bertahan hidup dengan tetangga mereka, termasuk Cina.

Sebagaimana di Buyeo, dasar Goguryeo adalah kumpulan suku2 yg didominasi oleh lima suku inti. Gelar bagi suku2 dominan diindikasikan dari nama hewan juga sebagaimana di Buyeo. Tidak seperti Buyeo, Goguryeo membangun kerajaan dari kumpulan suku, selama terus berjuang melawan tetangga musuh.

Pada saat kerajaan kritis, semacam pemerintahan pusat dibentuk. Sebagai hasil perang dan penaklukan, struktur sosial Goguryeo menjadi semacam hirarki militer. Pemimpin2 kelompok, pemimpin2 suku, dan kepala2 klan difungsikan seperti sebuah rantai militer hirarki dan klan digunakan sebagaimana unit militer dasar.

Budaya Goguryeo cukup sama dg Buyeo. Goguryeo merayakan fstival panen tahunan. Untuk upacara keagamaan, masyarakat tiap suku berkumpul untuk musik dan berdansa. Suku2 di Goguryeo memuja seorang penemu legendaris Goguryeoyg disebut Dongmyeong. Setiap klan dan suku memiliki penemu dan leluhur mereka masing2 untuk mereka sembah. Meskipun terdapat kesamaan2 ini, terdapat perbedaan2 yg dilaporkan pada tempramen, karakter, dan pandangan.

Suku2 di Timur

Di Timur, di sekitar provinsi modern Hamgyeong dan Gangwon, terdapat dua suku, Okjeo dan Dong-ye. Yang pertama tinggal ke utara, sementara yg selanjutnya ke selatan. Suku2 ini mirip suku2 Goguryeo dalam hal bahasa, makanan, tempat tinggal, pakaian, sopan santun, dan kebiasaan. Namun, perkembangan sosial di suku2 ini tertinggal di belakang Goguryeo.

Hidup di dekat samudera, kedua suku ini melakukan sebuah kegiatan ekonomi campuran antara memancing dan bertani. Namjun, Okjeo mengembangkan lebih banyak ke pertanian karena menduduki wilayah yang lebih subur. Suku Dong-ye, menghuni suatu pegunungan yang lebih tergantung pada memancing. Suku2 ini berdagang dg Goguryeo. Okjeo mengirimkan pakaian rami, ikan, garam, dan ganggang laut; Dong-ye kulit anjing laut dan busur birch.

Okjeo dan Dong-ye tetap pada level primitif yg jauh hingga mereka dikuasai oleh tetangga mereka yg kuat, Goguryeo. Kedua suku tersebut tergabung ke Goguryeo selama selama paruh kedua dari abad pertama setelah masehi.

Suku2 di Selatan

Wilayah selatan sungai Han sedikit yg sudah diketahui. Dari waktu ke waktu mereka menerima pemasukan dari masyarakat di utara. Saat Wiman merebut kuasa dari Joseon Kuno, raja terakhir melarikan diri ke selatan. Lagi, saat Wiman Joseon dikalahkan oleh Cina Hahn, banyak orang melarikan diri ke selatan. Kira2 dari abad ke tiga atau ke empat SM ke abad ketiga M kekuatan2 suku tumbuh dalam kekuatan dan bentuk kumpulan suku. Inilah yg disebut tiga Han : Mahan, Jinhan, dan Byeonhan.

Mahan terletak di selatan sungai Han di sepanjang pantai barat. Jinhan terletak di sepanjang timur sungai Nakdong dan Byeonhan di sepanjang barat Nakdong. Di antara tiga han tersebut, mahal adalah kumpulan suku terbesar dengan sekitar 50 suku. Jinhan dan Byeonhan masing terdiri dari 12 suku.

Di antara suku2 Mahan,  suku Baekje adalah satu dari suku pemimpin. Pemimpin suku ini adalah Onjo yg melarikan diri dari Goguryeo dan menetap di lembah sungai Han. Suku Baekje sukses dalam penyatuan seluruh suku Mahan dan membentuk sebuah kerajaan kuno Baekje.

Suku yg paling kuat di antara suku2 Jinhan adalah Saro yg terletak saat ini di sekitar kota Gyeongju. Suku tersebut menyatukan suku2 Jinhan dibawah satu kepemimpinan dan membentuk kerajaan kuno Silla. Pendiri Silla adalah Bak Hyeokgeoso yg didukung oleh enam kelompok keluarga.

Di antara suku2 Byeonhan, enam suku mendirikan kelompok suku dan satu suku terkuat dr enam suku tersebut yg disebut Geumgwan-gaya membentuk posisi terdepan. Dua suku terkuat lainnya melemahkan solidaritas kumpulan. Wilayah Byeonhan yg terisolasi merupakan  alasan utama keterlambatan perkembangan kelompok Gaya. Sebelum perkembangan menuju negara, Gaya diserbu dan dan dikuasai oleh Silla pada pertengahan abad ke enam.

Tidak seperti suku2 lainnya di utara, tiga Han selatan di sungai han berbagi karakter dalam hal budaya dan sosial. Pada masyarakat tiga Han, pemimpin keagamaan dipisahka dari pemimpin sekuler atau kepala suku. Pemimpin agama memimpin upacara keagamaan di wilayah yg suci dg rumput2 dan pepohonan dan sebuah tiang yg besar dg sebuah lonceng dan gendang yang menandakan kehadiran para dewa. Terdapat beberapa festival keagamaan yg berhubungan dg pertanian. Dua festival yg paling penting adalah di bulan Mei sebelum penaburan benih, dan pada bulan Oktober setelah panen. Masyarakat bernyanyi dan berdansa pada kesempatan itu.

Penanaman padi dilakukan pada tiga teritorial Han, tekstil sutra diproduksi, besi ditambang dan dilebur, peralatan dan senjata diproduksi. Kelas penguasa memiliki perhiasan yg terbuat dari batu berharga. Orang biasa menggunakan pakaian dari baju rami dan sepatu jerami.  Penatoan dipraktekkan. Di tiga Han, merupakan  sebuah kebiasaan untuk mengubur sapi2 dan kuda2 hidup2 bersama pemiliknya, dan di wilayah Byeonhan, sayap2 burung dikubur bersama dg tubuh untuk membiarkan roh terbang ke surga.

diterjemahkan dari buku Korean Traditional Culture yg ditulis oleh Lee Kwang Kyu

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s