Baby Sky

Masa Prasejarah Korea :: Aspek Arkeologi

Penemuan2 arkeologi

Penemuan2 arkeologi di semenanjung korea, fosil2 hewan, khususnya fosil mamot, ditemukan di timur laut sungai tumen. Fosil serupa dari spesies primitif ditemukan di pulau jeju di selatan. Fosil ini dari jaman holocene yg terdiri dari 4 periode. Berdasarkan fosil2 hewan yg ditemukan di sekitar cina, manchuria, siberia, dan jepang, terdapat jenazah2 manusia dan artefak dari zaman paleolitikum dan mesolitikum. Makanya, cukup beralasan bahwa semenanjung Korea telah dihuni oleh manusia pada jaman itu.

Penemuan2 artefak paleolitikum tertentu memberikan gambaran yg lebih jelas dan menunjukkan masalah penting arkeologikal. Pada 1963 peralatan untuk mencacah kerikil yg berasal dr zaman paleolitikum ditemukan di utara provinsi hamgyeong. Artefak paleolitikum serupa ditemukan di selatan provinsi chungcheong pada bagian hulu sungai geum.  Sepotong kayu hangus yg ditemukan pada penggalian tingkat 6 berusia 30.690 tahun, menurut penanggalan radiokarbon.

Penemuan2 paleolitikum yg paling penting artefak dari  geumgok-ri, provinsi gyeonggi, dekat sungai han, 50 km di utara seoul. Pada tahun 1978, sekitar 200 artefak upper paleolithic era seperti kapak tangan , golok, alat pemotong, dll ditemukan. Penggalian baru saja dimulai di sana dan masih banyak pekerjaan, tapi artefak yg paling penting ditemukan adalah kapak tangan yang dulu dianggap hanya ditemukan di jaman paleolitikum di daerah barat dunia yg bernama afrika, eropa, dan india. Lanjutan penelitian di bidang ini akan memberikan gambaran detil yg lebih banyak tentang kehidupan paleolitikum di korea pada khususnya, asia timur pada umumnya.

Neolitikum di korea

Ditemukan banyak peninggalan jaman neolitikum di korea kira2 diantara 3000 dan 2000 BC. Terdapat peninggalan artefak batu dari jaman neolitikum, tp itu juga meliputi sejumlah besar gerabah. Gerabah dari jaman neolitikum disebut combware karena deocrated dg garis atau goresan.

Terdapat banyak tipe dan bentuk combware di korea, tp mereka bisa dibagike dalam 2 tipe, yaitu tipe barat dan tipe timur laut. Combware yg ditemukan di daerah barat dan timur pantai semenanjung korea dibuat dari  semacam tanah liat berpasir, dan bagian bawah pot menunjuk atau membulat. Combware yg ditemukan di timur laut pantai terbuat dari tanah liat yang sangat lengket dicampur dg kerikil halus dan alasnya benar2 datar.

Kebanyakan combware ditemukan di pantai2 laut dan diasumsikan bahwa masyarakat neolitikum awal di korea adalah nelayan. Namun, pada periode neolitikum selanjutnya terdapat peralatan2 batu seperti sabit, lanjam, batu gerinda, gilingan tangan pelana yg digunakan untuk pertanian. Terdapat pula pisau batu, mata panah, pancing, dan jaring di periode selanjutnya yg mengindikasikan bahwa masyarakat combware terus memancing dan berburu bersamaan dg bertani.

Menjelang akhir jaman neolitikum, masyarakat combware pindah dr pesisir pantai menuju daratan di sepanjang tepi sungai. Mereka hidup di gua alami atau rongga2 buatan yg digali menuju pinggir pantai atau tepi sungai. Di situs2 ini,  jarum  tulang dan roda2 yg berputar ditemukan yg berhubungan dg pakaian tenun.

Para pembuat artefak2 neolitikum pastinya adalah nenek moyang orang2 korea. Kebudayaan combware ini berhubungan dg itu hal tersebut dari eropa utara dan asia utara. Itu ditemukan di semenanjung skandinavia, di utara Jerman, di siberia, dan mongolia. Di antara budaya2 neolitikum yg luas ini, combware masyarakat korealah yang berhubungan dekat dg siberia. Hubungan jenis gerabah yg dekat ini mengindikasikan asal muasal masyarakat korea yg datang ke korea dari utara. Hubungan bahasa antara Altai juga mendukung keserumpunan ras asli dg masyarakat lainnya di utara asia.

Jaman Perunggu

Sekitar 1.000 BC senjata2 perunggu muncul di semenanjung korea dari siberia melalui jalur Manchuria. Cara pembuatan perunggu disebut Scytho-Siberian yang berbeda dari cara Cina kuno. Perunggu di Korea disediakan terutama untuk senjata2 dan objek2 upacara dan tidak menggantikan artefak batu secara tiba2. Peralatan2 pertanian yg terbuat dr batu dilanjutkan untuk digunakan untuk sebuah jaman yg besar setelah kedatangan perunggu.

Sebuah jenis gerabah baru muncul seiring dimulainya jaman perunggu, menggantikan combware yg lama. Jenis baru gerabah ini terbuat dr tanah liat lengket yg sama  yg dicampur dg kerikil halus sebagaimana jenis timur di periode sebelumnya tapi tidak memiliki garis2 goresan dan disebut perangkat yg belum dihias (undecorated ware). Pot2 berbentuk bulat telur dengan pantat datar dan sangat kecil sehingga terlihat goyah.

Pembuat undecorated ware diperkirakan berbeda kelompok dg pembuat combware. Jika combware terutama ditemukan di sepanjang pinggir pantai dan tepi sungai, undecorated ware banyak ditemukan di daerah pedalaman pegunungan. Seperti masyarakat combware, mereka hidup di gua2, tapi ditambahkan ekstensi di luar dan memiliki atap seperti tenda.

Undecorated were awal masuk pada abad ketujuh atau keenam BC. Masyarakatnya telah mengembangkan pertanian. Beras diperkirakan telah diperkenalkan pada masa ini dari Cina, karena banyak peralatan pertanian berhubungan dengan penanaman beras yg ditemukan di situs2 undecorated ware.

Kemunculan senjata2 perunggu berhubungan dg munculnya kelas penguasa yang memungkinkan pembentukan suku atau liga suku. Pada saat inilah komunitas2 suku Buyeo dan Goguryeo muncul di dokumen2 tertulis. Satu hal dari peninggalan penting dari perkembangan kelas penguasa pada masa perunggu adalah monumen batu- dolmen.

Megalitikum

Satu dari budaya2 aneh dan penting di Korea di masa pra sejarah adalah budaya megalitikum yg meliputi monumen2 batu seperti dolmen dan menhir. Di timur asia, budaya megalitikum hanya tersebar di sekitar semenanjung Korea. Hampir seratus dolmen telah ditemukan di sepanjang semenanjung Korea, dan hanya sedikit di semenanjung Shantung di Cina dan di barat Kyushu di Jepang.

Terdapat 2 tipe dolmen yg ditemukan di Korea: tipe utara dan tipe selatan. Dolmen tipe selatan dicirikan dg batu besar dengan batu kecil penunjang. Beberapa dari mereka adalah lempeng sederhana tanpa batu penunjang. Dolmen tipe utara berdiri seperti sebuah meja dg dua atau tiga batu datar dan sebuah batu datar yg menutupi batu. Tipe utara lebih besar dan bentuknya lebih pasti daripada tipe selatan. Tipe utara tersebar terutama di bagian utara semenanjung Korea, sementara tipe selatan tersebar terutama di bagian selatan semenanjung korea.

Dolmen2 dulu digunakan sebagai kuburan2  untuk orang2 penting. Banyak artefak seperti ornamen kecil, peralatan2 kecil, dll telah ditemukan didalamnya. Penemuan2 ini bisa jadi milik orang mati tersebut, tapi jenazah manusia tidak pernah ditemukan di dolmen2 tersebut. Yang paling awal diperkirakan akan dibangun pada abad ke tiga BC.

Selain dolmen2, dalam jumlah banyak menhir ditemukan di korea. Kebanyakan menhir berdiri bebas monolit. Beberapa dari mereka berdiri dalam kelompok yg sama dg dolmen.

Kotak-batu-kubur yg ditemukan terutama di Korea juga berhubungan dg megalitukum. Kotak-batu-kubur dibangun terutama yg di bawah tanah memiliki lempeng yg besar di dalam bumi seperti dolmen tipe selatan. Kotak-batu-kubur ini bisa jadi datang dari Manchuria selatan karena kadang2 memiliki tipe artefak perunggu Scytho-Siberian .

4 responses

  1. Kajok

    waduh… Kurang begitu mengerti sejarah-sejarah ginian.. Jadi aku cuma bisa ngasih respon.. Kalau buat tugas. Menulisnya jangan ‘ menulis2, jangan2, dan sejenisnya’. Biasakan menulis-menulis atau jangan-jangan. Huruf dikali dua apa artinya.Terima kasih

    blog baruku ini. Yang lama dan hancur-hancuran di http://www.jokopriono.co.cc main ya.

    September 25, 2010 at 2:14 pm

    • thanks joko..
      hahaaa.. kan buru2 ceritanyaa..ntar malem mau di kirim..
      iya, ntar main ke sana.. ^^

      September 25, 2010 at 5:53 pm

  2. hohohoho… sip-sip……. main kesini aja yaaaaa…

    October 11, 2010 at 2:40 pm

  3. umpin

    piiiin rajin benar kau….
    yang sejarah tiga kerajaan dong….huhuhu yoksa gueeee ckckckck

    December 24, 2010 at 6:48 am

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s