Baby Sky

Tugas LTM Pertama :: Cacad!!

Jadi ya, di mata kuliah MPKT (Mata Kuliah Pengembangan Kepribadian Terintegrasi) * correct me if im wrong~~ kita disuruh bikin tugas LTM gitu per individu. Tugas itu dah dikasih lama banget sama dosennya. Sebelum libur lebaran. Dan dikumpulinnya hari ini. Jadi gue dari kemaren2 tuh nyantai-nyantai aja. Pas mudik ke Batusangkar, selama seminggu, ga sedikitpun gue kerjain.

Kamis, 16 September 2010 gue balik ke Depok, nyampe di asrama tercinta. Gue mikir. Jumat libur, Sabtu libur, Minggu libur. Dengan girangnya gue ngundur-ngundurin waktu buat ngerjain tuh tugas yg ‘cuma’ dituntut maksimal tiga paragraf. Gue malah nonton dvd korea yg melow berat sampe subuh, siang, malem lagi sampe mata gue bengkak. Sabtu malem, gue ma temen2 gue malah pergi maen ke mol.

Minggu pagi, gue mulai nyiapin niatt bikin tuh tugas. Tapi alhasil, di sela-sela kesibukan gue nyari2 bahan, temen2 gue pada masak nasi goreng di kamarnya. Jadilah gue berpesta pora sambil makan-makan. Jam 1 siang, gue dah ke Kuningan buat acara Pertunjukan Seni Minangkabau Institut Seni Indonesia. Sebelum gue di make up, buru2 gue buka laptop (emang sengaja dibawa buat bikin tugas), setengah jam, tugas gue dah jadi!! Tau ah, bener apa ga.. Terus gue imelin ke temen gue di asrama buat di print.

Selesai!!

Balik dr acara ini jam 12 malem. Paginya temen gue bilang blom print in tugas gue.. Brak!! Jadilah gue pagi2 sebelum ke kampus ke kamar temen gue yg punya printer, dan masuk kelas hari itu, jam 8 pagi~~

Jadi deh tugas gue~~

**

Perilaku plagiarisme di negeri ini telah menjamur layaknya praktek KKN di negeri ini. Sudah menjadi rahasia umum, banyak jasa yang menawarkan pembuatan skripsi, tesis, dan tulisan-tulisan ilmiah lainnya. Di negeri yang belepotan dengan praktek-praktek amoral ini, plagiarisme layaknya satu kegiatan biasa yang berulang-ulang yang telah dianggap biasa. Seakan, kreatifitas dan dan inovativitas telah menjadi langka dan mahal di negara ini.

Tentu saja, berbagai pihak secara terang-terangan menyatakan anti terhadap praktek plagiarisme. Alasannya, praktek plagiarisme sama dengan mencuri ide dan  melukai hati si pemilik ide. Plagiarisme mencerminkan kemerosotan nilai kejujuran, penghargaan atas ilmu pengetahuan, nilai kreatifitas dan inovativitas.

Namun, sebagai sebuah perilaku yang melanggar etika, plagiarisme tidak bisa hanya direspon dengan mencela saja seperti pelanggaran etika lainnya. Plagiarisme butuh tindakan lebih jauh dan mendalam. Sepertinya hampir mustahil menciptakan mesin pendeteksi karya plagiat. Yang lebih memungkinkan adalah memastikan akar permasalahan dari sikap ini. Salah satunya adalah tidak didapatnya esensi ilmu itu sendiri oleh pelajar saat di bangku sekolah. Pelajar tidak menyadari lagi pentingnya ilmu pengetahuan dan cara menghargainya. Oleh karena itulah, saat ini, sesungguhnya diperlukan sistim pendidikan yang melahirkan para cendekia, tak hanya kaya ilmu pengetahuan, namun kaya inspirasi dan berkepribadian tinggi.

**

Barusan dinilai ma dosen, katanya paparan gue kaya tulisan blog!! Hahaaa.. ga jurnal ilmiah gitu. Katanya sih, tulisan jurnal ilmiah itu lebih membosankan.

Waaa, ribet nih..

One response

  1. saya baca ulang nih tulisan, hasilnya, ya cacad!!

    September 20, 2010 at 11:24 am

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s