Baby Sky

Bagaimana dengan Hak Cipta Wajah? Sebuah Topik Ngelantur…

Hahaa, untuk memulai menulis note ini, saya memulai dg beberapa ketukan tawa. Mungkin ini tulisan teraneh yg pernah saya tulis. Aneh? Ya, karena lebih tepat ini dibilang ngelantur.

Kurae, saya tidak tahu ada apa dg wajah saya, sehingga banyak orang yg memirip-miripkan dg orang lain. Kenapa satu wajah saya ini, dibilang mirip dg banyak orang? Mulai dr yg perempuan hingga aki2, ups, maksudnya laki2. Dan umunya mereka itu adalah orang yg berkacamata, spt saya.

Awal masuk SMA, sy pernah kaget karena, seorang senior bernama Da Riga memanggil saya dg nama “Restu!!”. Lalu teman saya bilang “Bener lho, Mi. Wajahmu mirip Kak Restu.”

Gubrak! Baru masuk aja dah dimirip-miripin sama orang lain.

Lalu, ada Tanti. Kami sekelas saat kelas XI. Kemana-mana sering bareng. Dan lagi, banyak yg nanya “kembar ya?”. Bahkan di tempat yg ga cocok buat ngomong basa-basi spt di bank saja, tellernya ngomong ke kita “adek, kembar ya?”. Oya, saat di kelas XI juga, adek Kak Restu, Ranti masuk SMA, kelas X. Eh, banyak yg nanya, “itu adek kamu ya?” ya ampun.. bahkan Om Yun pernah salah manggil saya dg nama Ranti, terus bilang “eh, Ami ya?!”

Juga dg Rizka, Ranty Hae pernah dg semangat membara sambil mengepalkan tangannya di udara bilang saat kita berjalan berdua “ini dia, kembar” ada juga beberapa org lain yg sempat dibilang mirip sy. Namun tdk digaungkan terlalu besar, shg tidak banyak dibahas.

Namun, yg paling fenomenal, dimirip-miripin sama Widio. Ya, Widio. Laki2.

Adalah Da Irhamna yg pertama kali ngomong saat masih kelas X. Lalu kejadian2 spt itu berantai. Saat kami sudah kelas XI, beberapa junior pernah juga bilang hal yg sama. Yg paling sy ingat waktu itu adl Mutia, “Kak Ami, kakak sama Kak Widio tu mana yg adik mana yg kakak si?” haha, kedengarannya terlalu konyol, tp ini masih lumayan dibandingkan cerita nantinya. Jamshimannyo! Sebentar! Tahan dulu.

Adalagi saat di angkot, di Bukittinggi. Seorang anak SD yg baru balik dr sekolahnya, celingukan ngeliat kita, terus bilang “Kakak ini kembar ya?”

Dr semua yg pernah dimirip2kan dg saya, sejauh ini baru Widio yg sekampus dg sya. Jd, cerita ini msh berlanjut.

Saat kami sdah tb di kampus perjuangan dan asrama mahasiswa. Satu per satu bilang hal yg sama lg. Misalnya kak Tata & Kak Ratih. Bahkan, Sari, spt orang baru kenal saja dg kami. Ketika orang2 ngomong gitu ke kami setibanya di sini, dia dg riang gembira mngatakan “Iya, ya! Mirip!” seperti kenalan baru aja..
Namun, -inilah certa yg saya janjikan sebelumnya-, hal yg benar2 bikin saya kaget, saat sy dikenalkan Widio cs dg teman mereka, bernama Fungki. Anayo? Dia hampir saja memanggil saya ‘Uni’. Ya! UNI!! Karena menganggap saya adalah kakak Widio.

GUBRAK!! Selama ini orang2 cuma bilang mirip/ kembar. Atau spt junior sy dulu, nanya mana yg kakak dan adik. Fine!! Tapi, Fungki dg mudahnya menilai sy kakak! Mwoya?? Masalahnya, kenapa sy dianggap kakak?? Aigoo… Ckckck…

Beberapa hari kemudian, di suatu meja kantin, Fungki masih bertanya pada sya dg polosnya.
“Mi, beneran ga ada hubungan sodara ma dia?” Saat itu saya berpikir, lebih baik dibuat saja grupnya di fb. Siapa yg merasa kami mirip silakan join. Lalu vote, seberapa mirip. Biarkan fungki yg jadi adminnya. Hahaa..

“Beneran,” sambung Fungki, “mirip banget!” Saya tidak akan lupa ekspresi Fauzan saat itu. Dia merem2 sambil tertawa besar, dg susah payah mengatakan (krena mulutnya disumpal tawa) “bayangin kalau Wize dipakein jilbab.. HAHAHAAA…” dia beruntung saat itu Widio sedang tidak ada di meja kami.
Lalu, semua anak asrama dg fasihnya manggil saya dg panggilan ‘Wize’ gitu. waa… bahkan mereka bilang rame2 “kamu tuh ga mirip sama wize” saya mulai lega mendengarnya, “tapi, kamu tuh wize!!

gubrak!!

++Chogi,,, untuk teman SMA sya yg baca note ini, Fungki adl teman baru kami di sini, berasal dr Solok, F.Ekonomi. Cukup pemalu. Sedangkan Fauzan adl penghuni ilegal, dtang dr SMA 10 Padang, F.Kedokteran, namun menghabiskan hari2nya di asrama Depok. Bermimpi mjd saudara Mariah Carey, mengalahkan Gita Gutawa, dan bergabung di paduan suara Paragita di posisi Sopran. Tidak lupa, memiliki selera humor yg unik (baca: aneh). Bersama Binal dan Widio melebur mjd Trio Kwek2 (ini Binal yg mendeklarasikan namanya lho!), ditambah Fungki mjd Quartet Kwek2 (ini si saya ngarang aja,). Namun, kalau pertandingan piala dunia dimulai, di meja kami tinggal saya, Binal, dan Fauzan. Di saat semua orang terpaku pada layar tv di kantin, kami malah bergosip, tertawa lebar. Sesekali terkaget karena jeritan2 penonton, apakah itu gol atau nyaris gol, dan saat pertandingan usai, semua orang bubar, dan kami pun ikutan bubar, balik ke kamar masing2 setelah memeriksa skor akhir di layar tv.++

Kembali ke kasus awal, saya sebenarnya tidak merasa semirip itu dg mereka. Teori yg saya miliki unt menjelaskan kasus ini hanyalah bahwa kami berkacamata, dan bahwa kami –dg rizka dan tanti- memakai kerudung dg cara yg hampir sama, tinggi dan bentuk tubuh yg tidak jauh berbeda pula. Namun, Widio sama sekali tidak berkerudung. Dari belakang pun orang tahu mana saya dan mana dia. Untuk yg satu ini hanya berkacamata yg bisa saya jelaskan. Mungkin perlu pembahsan lebih lanjut. Alaaahh…

Oya, yg saya pikirkan sekarang adalah, teman2 sy yg dibilang mirip sy dulu, yg sekarang tdk lagi bersama sy, kira2 beberapa tahun lg, saat bertemu kembali, masihkan kami akan dibilang mirip? Tunggu tanggal mainnya.. Haha..

Well, muka memang kehendak Tuhan mau kayak apa. Tidak akan pernah ada hak cipta.

*oya, kalau masih ada yg bilang sy mirip siapa lagi gitu, silakan komen :p. Mau dibilang mirip anak2 SNSD, T-ara juga, sy ikhlas2 aja kok! ő. ő

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s